You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Penebel
Logo Desa Penebel
Desa Penebel

Kec. Penebel, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

Sejarah Singkat Desa Penebel

Administrator 07 Oktober 2026 Dibaca 2 Kali

Pengertian kata Penebel

Kata Penebel adalah kata dalam bentuk komplek yang terdiri atas morfen bebas tebal dan morfen terikat. Secara morfologis kata itu dinasaliring  menjadi nebal sehingga terbentuklah kata “Penebel”. Dalam hukum segala bahasa tebal bermetatisis dengan lebat. Dari ajectiva tebal menjadi sub stantiva Penebel. Berdasarkan data autentik dari kamus umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta halaman 1028 kata tebal pada makna leksikal aa yang menyebutkan antara lain: Tebal berarti teguh dan kuat sekali dalam iman keyakinan dan keinsyapan.

Benda-benda purbakala sebagai pendukung sejarah adalah sebagai berikut.

  • Lingga Yoni di Pura Puseh Penebel, Puseh Sunantaya.
  • Arca Budha, Tempayan, stupa di Karadan.
  • Bajra, Sunga, Tri Sula di Dukuh.
  • Patung kuno di Gunung.
  • Lantang Hidung ( Ganesha ) di utara Kupang.
  • Keris Raja Penebel ( I Gusti Ngurah Ubung ) di Ubung.

Zaman Kerajaan Penebel

Dalam lontar penyerangan Gajah Mada ke Bali tahun 1343. Dalam ekspedisi Gajah Mada ke Bali melalui jalan darat pada suatu malam bermalam di hutan Batukaru, selanjutnya Desa yang dilalui ialah Wangaya Gede, Soke, Utu dan Penebel (Transkripsi Ketut Ginarsa). Jadi Kata Desa Penebel terungkap dalam sejarah yang bertahun 1343. Pada zaman kerajaan, disebutkan bahwa Raja Penebel, adalah Raja yang sakti, sehingga untuk dapat dikalahkan oleh Raja Tabanan, setelah mendapat bantuan Raja Mengwi, Marga dan Kerambitan. Dalam Buku “Profil Pembangunan Desa Timpag” pada halaman 3, Bab II ada disebutkan sebagai berikut.

Dulu penguasa Tabanan minta bantuan Bendesa Timpag untuk ikut berperang melawan penguasa Penebel dan Bendesa Timpag menyanggupi dengan mengutus beberapa pasukan di bawah pimpinan  I Gusti Beranjingan sedangkan pasukan Penebel dipimpin oleh I Gusti Ngurah Ubung, dalam peperangan ini kemenangan berada di pihak pasukan Timpag.

Bukti sejarah yang masih ada sekarang berupa Keris Pusaka I Gusti Ngurah Ubung yang tersimpan di suatu tempat suci di Ubung.

Data periode Kepemimpinan di Desa Penebel dari Jaman Penjajahan sampai sekarang, ada beberapa kali pergantian Kepala Desa/Perbekel atau sebutan lain, dan nama-nama yang pernah menjabat adalah sebagai berikut.

  • 1) I Gede Karya (almarhum) pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1930 sampai Tahun 1938.
  • 2) I Gede Kaler (almarhum) pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1938 sampai Tahun 1942.
  • 3) I Gede Siman (almarhum) pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1942 sampai Tahun 1945.
  • 4) I Gede Puger (almarhum) pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1945 sampai Tahun 1950.
  • 5) I Gede Putu Sukarya, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1950 sampai Tahun 1974.
  • 6) I Gede Ketut Karyana, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1974  sampai Tahun 1990.
  • 7) I Made Suatra, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1990 sampai Tahun 1998.
  • 8) I Gede Ketut Karyana, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 1998  sampai Tahun 2002.
  • 9) I Gst. Ketut Sadputra, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 2002  sampai Tahun 2007.
  • 10) I Gst. Ketut Sadputra, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 2007 sampai 2013.
  • 11) I Wayan Sukawirata, pemimpin Desa Penebel dari tahun 2013 sampai 2019.
  • 12) I Gusti Agung Ketut Sastrawan, ST, pemimpin Desa Penebel dari Tahun 2019 sampai sekarang

Para pemimpin tersebut di atas melakukan misinya untuk membangun Desa sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.343.316.696,41 Rp 3.211.910.500,00
72.96%
Belanja
Rp 679.444.570,00 Rp 800.083.711,62
84.92%
Pembiayaan
Rp -105.051.288,38 Rp -105.051.288,38
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 2.250.000,00 Rp 6.000.000,00
37.5%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 174.878,00 Rp 4.005.000,00
4.37%
Dana Desa
Rp 905.135.000,00 Rp 905.135.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 224.920.000,00 Rp 285.875.000,00
78.68%
Alokasi Dana Desa
Rp 777.014.000,00 Rp 777.014.000,00
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 107.100.000,00 Rp 108.000.000,00
99.17%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 185.107.500,00 Rp 985.854.500,00
18.78%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 14.013.000,00 Rp 14.013.000,00
100%
Bunga Bank
Rp 6.588.318,41 Rp 5.000.000,00
131.77%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 121.014.000,00 Rp 121.014.000,00
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 56.516.070,00 Rp 69.642.101,62
81.15%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 543.922.500,00 Rp 649.607.110,00
83.73%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 43.206.000,00 Rp 44.781.000,00
96.48%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 3.400.000,00 Rp 3.653.500,00
93.06%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 32.400.000,00 Rp 32.400.000,00
100%